• 0895-9488-0228
  • humasmtsn28jakarta@gmail.com

GELAR KARYA SELEBRASI DAN PAMERAN HASIL P5 & P2RL KE-1 PESERTA DIDIK KELAS VII MTSN 28 JAKARTA TIMUR DENGAN TEMA “BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA”

Salah satu pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka di MTs N 28 Jakarta Timur adalah dilakukannya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelaksanaan kegiatan P5 ini menggunakan 120 jam pelajaran dan diselengarakan secara reguler, selama kurang lebih 3 minggu (18 hari). Tema yang dipilih pada pelaksanaan P5 adalah “Bangunlah Jiwa dan Raganya,” dengan sub tema Anti Bullying atau Perundungan, kekerasan pada Anak, stop Narkoba, Kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa raga. Nilai karakter yang diharapkan dapat berkembang  antara lain berakhlak mulia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Gotong royong, Mandiri, dan Kreatif.

Kegiatan diawali dari pembentukan tim pelaksana P5 tingkat madrasah, antara lain terdiri dari Penanggungjawab, Ketua tim, pengarah siswa, Fasilitator, dan Pendamping P5. Selanjutnya tim bertugas dalam mendesain pelaksanaan kegiatan P5, mensosialisasikan rencana pelaksanaan kegiatan, melaksanaan kegiatan P5, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan secara berjenjang. Teknis dari pelaksanaan P5 dimulai dari pembentukan tim P5. Seluruh guru terlibat dalam pelaksanaan P5 ini. Setiap 2 kelas memiliki 1 guru fasilitator dan siswa terbagi menjadi 4 kelompok dengan pendamping 2 guru untuk tiap kelompoknya. Selain merupakan hal baru baik bagi siswa maupun guru, tema dan sub tema yang dipilih sangat dekat dengan permasalahan yang kerap muncul di kalangan masyarakat.

Berdasarkan tema yang dipilih yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya, materi yang diberikan pada siswa tertuang dalam sebuah juknis serta jurnal kegiatan P5. Beberapa konsep materi yang diberikan misalnya siswa diajak untuk lebih memahami Profil Pelajar Pancasila, Mengenali Diri serta Pembelajaran Sosial Emosional. Diharapkan siswa akan lebih memahami dan dapat mengaplikasikan bagaimana profil pelajar Pancasila bagi diri masing-masing. Dengan mengenali diri dan lingkungannya, serta pembelajaran sosial emosional, siswa diharapkan memiliki karakter yang lebih mandiri, mengenal potensi, bakat minat yang dimiliki serta bagaimana mewujudkan secara positif. Siswa diharapkan mampu membiasakan budaya positif seperti menghargai diri dan orang lain, berperilaku baik, memiliki rasa peduli dan empati pada orang lain dan lingkungannya. Sehingga akan tercipta lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh siswa.

Selanjutnya siswa diajak mengenali dan memahami serta memecahkan permasalahan tentang bullying atau perundungan. Mengapa banyak terjadi di lingkungan? Bagaimana upaya pencegahannya? Tindakan apa yang semestinya dilakukan siswa melawan bullying atau  perundungan, lelerasan pada anak, narkoba, Kesehatan reproduksi dan bangun jiwa raganya? Siswa dalam kelompok memecahkan permasalahan tersebut sesuai dengan temanya dengan berbagai langkah dan hasilnya dituangan dalam bentuk produk yang beragam. Dalam hal ini adalah penerapan pembelajaran berdiferensiasi, baik konten, proses maupun produk.

Pada akhirnya dilaksanakan kegiatan Gelar Karya Produk P5 oleh siswa. Kegiatan berupa pameran hasil karya seluruh siswa tiap kelas. Produk yang dipamerkan antara lain poster anti perundungan, kolase kegiatan anti bullying, stop natkoba, kekerasan pada anak, Kesehatan reproduksi dan Kesehatan jiwa dan raganya, gambar-gambar, desain, foto-foto, puisi, dan karya seni lainnya. Selain itu ada juga produk dalam bentuk video anti bullying. Dipamerkan juga hasil karya kegiatan unjuk bakat siswa kelas X yang antara lain menampilkan bakat atau potensi siswa serta tarian Profil Pelajar Pancasila, sosiodrama anti bullying, stop natkoba, kekerasan pada anak, Kesehatan reproduksi dan Kesehatan jiwa dan raganya puisi, dan lagu tema bullying. stop natkoba, kekerasan pada anak, Kesehatan reproduksi dan Kesehatan jiwa dan raganya Puncaknya dilakukan penandatanganan siswa sebagai dukungan gerakan anti bullying , stop natkoba, kekerasan pada anak, Kesehatan reproduksi dan Kesehatan jiwa dan raganya di MTs N 28 Jakarta timur.

0